Setiap karya besar selalu bermula dari sebuah pencarian dan keberanian untuk merawat keresahan. Kisah Batik Santoso resmi dipahat kan pada 11 Januari 2011 di Bandung, Jawa Barat. Namun jauh sebelum selembar kain pertama terjual, sekitar 15 tahun yang lalu, sebuah kegelisahan pribadi tumbuh di hati sang pendiri, Pak Arief Santoso. Ia menyaksikan betapa sulitnya menemukan kemeja batik berpotongan slim-fit yang modern, ketika pasar kala itu hanya dipenuhi oleh siluet konvensional yang terasa berjarak dari jiwa-jiwa muda. Dari situlah visi kami lahir: menyelamatkan kain peradaban ini agar tetap bernapas dan bangga dipakai di pundak generasi baru.
Perjalanan meneguhkan identitas ini tidaklah instan. Berawal dari langkah kecil usaha mikro yang memasarkan kembali batik milik karib, Batik Santoso telah menempuh ombak waktu selama lebih dari 14 tahun. Kami belajar untuk lentur dan beradaptasi dengan cepat merambah strategi digital, hingga berhasil melewati ujian ekonomi nasional pada masa pandemi COVID-19 tahun 2020 silam. Hari ini, dengan tim kecil beranggotakan 4 karyawan yang bekerja dalam harmoni yang efisien, kami berdiri tegak sebagai UMKM "Sehat & Mandiri" yang mendapat legitimasi serta pembinaan penuh dari Pemerintah Kota Bandung.
Ingin mengubah persepsi bahwa batik adalah pakaian kaku dan hanya untuk orang tua. Batik Santoso lahir dengan visi menyatukan siluet busana kontemporer dengan nilai tradisional.